Edgar Dale lahir pada 27 April 1900 di Bensone,Minnesota, dan wafat pada 8 Maret 1985 di Columbus,Ohio. Ia adalah seorang Pendidik dari Amerika yang mengembangkan Kerucut
Pengalaman, juga dikenal sebagai Piramida pembelajaran. Dia memberikan beberapa
kontribusi untuk instruksi audio dan visual, termasuk metodologi untuk menganalisis konten film.
Pada tahun 1946, Dale
memperkenalkan konsep Cone of Experience dalam buku teks metode audiovisual
dalam pengajaran. Dia merevisinya untuk cetakan kedua pada tahun
1954 dan sekali lagi pada tahun 1969.
"Cone of Experience",
yang ia maksudkan adalah untuk memberikan model intuitif konkret dari berbagai jenis media audiovisual, telah disalahartikan secara
luas. Sering disebut sebagai Kerucut Pembelajaran
(learning cone), ini dimaksudkan untuk memberi tahu pemirsa tentang seberapa
banyak orang mengingat berdasarkan cara mereka menemukan informasi.
Namun, Dale tidak memasukkan
angka dan tidak mendasarkan kerucutnya pada penelitian ilmiah, dan dia juga
memperingatkan pembaca untuk tidak menganggap kerucut terlalu serius. Angka-angka
tersebut berasal dari tahun 1967, ketika seorang karyawan Perusahaan minyak mobil, DG Treichler,
menerbitkan artikel non-ilmiah di Film dan Komunikasi Audio-Visual.
Dale
dalam Kerucut Pengalaman Dale (Dale’s Cone Experience) mengatakan:
“hasil belajar seseorang diperoleh melalui pengalaman langsung (kongkrit),
kenyataan yang ada dilingkungan kehidupan seseorang kemudian melalui benda
tiruan, sampai kepada lambang verbal (abstrak). Semakin keatas puncak kerucut
semakin abstrak media penyampai pesan itu. Proses belajar dan interaksi
mengajar tidak harus dari pengalaman langsung, tetapi dimulai dengan jenis
pengalaman yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kelompok siswa
yang dihadapi dengan mempertimbangkan situasi belajar”. Pengalaman langsung
akan memberikan informasi dan gagasan yang terkandung dalam pengalaman itu,
oleh karena ia melibatkan indera penglihatan, pendengaran, perasaan, penciuman,
dan peraba”.
Pada gambar di atas maka dapat
disimpulkan bahwa :
· Baca (10 %), Dengarkan (20%), lihat gambar/diagram, demonstrasi & video/film(30%)
Pada tingkatan
ini, penggambaran realitas secara langsung sebagai pengalaman yang
kita temui pertama kalinya. Pembelajar masih sebagai partispan, sehingga
tingkat pemahamannya pun masih sedikit.
· Diskusi (50%) dan Presentasi (70%)
Pada tingkatan ini, pembelajar sudah
diberikan suatu bentuk permasalahan, sehingga pembelajar aktif berfikir tentang
permasalahan tersebut. Pembelajar masih sebagai partisipan, karena masalah yang
diberikan masih berupa permasalahan yang konkrit.
· Bermain peran, bersimulasi,mahal nyata (90%)
Pada tingkatan ini, pembelajar sudah
bertindak sebagai pengamat. Turun langsung dalam mengamati sebuah permasalahan.
Sehingga tingkat pemahamannyapun lebih besar.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar