Perencanaan
pelatihan adalah penyusunan suatu rencana pelatihan berdasarkan pendekatan
keterpaduan seyogianya mempertimbangkan semua faktor dan komponen–komponen yang
ada, supaya dapat dilaksanakan secara efesien dan efektif (Umar, 2000 : 40).
Pelatihan adalah suatu kegiatan untuk
memperbaiki kemampuan kerja seseorang dalam kaitannya dalam aktivitas ekonomi
yang dapat membantu karyawan dalam memahami suatu pengetahuan praktis dan
penerapannya guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kecakapan serta sikap
seseorang yang diperlukan organisasi dalam mencapai tujuan yang harus
disesuaikan dengan tuntutan pekerjaan yang akan dikerjakan oleh seorang pegawai.
Pengertian
pelatihan karyawan adalah suatu pelatihan yang ditujukan untuk para pegawai
(karyawan) dalam hubungannya dengan peningkatan kemampuan pekerjaan (job)
pegawai saat ini. Tujuan penelitian ini utamanya adalah meningkatkan produktivitas
atau hasil kerja pegawai atau dengan kata lain adalah untuk meningkatkan efektivitas
dan efisien kerja tiap pegawai.
Pelatihan
diperlukan untuk membantu pegawai menambah kecakapan dan pengetahuan yang
berhubungan erat dengan pekerjaan dimana pegawai tersebut bekerja.
1. Tahapan dalam menyusun rencana
pelatihan
A.
Melakukan
identifikasi kebutuhan pelatihan
identifikasi kebutuhan pelatihan adalah suatu proses pengumpulan data dalam
rangka mengidentifikasi bidang-bidang atau faktor-faktor apa saja yang perlu
diperbaiki atau ditingkatkan melalui pelatihan.
B.
Menyususn
rencana pelatihan
a.
Mencari
SKKNI
SKKNI
adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek Pengetahuan (knowledge),
Keterampilan dan/atau Keahlian (skills) serta Sikap kerja (attitude) yang
relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ø
Standar
Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) digunakan sebagai acuan untuk:
Ø
Menyusun
uraian pekerjaan.
Ø
Menyusun
dan mengembangkan program pelatihan dan sumber daya manusia.
Ø
Menilai
unjuk kerja seseorang.
Ø
Sertifikasi
profesi di tempat kerja.
Dengan
dikuasainya kompetensi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan maka
seseorang mampu :
Ø
Mengerjakan
suatu tugas atau pekerjaan.
Ø
Mengorganisasikan
agar pekerjaan dapat dilaksanakan.
Ø
Menentukan
langkah apa yang harus dilakukan pada saat terjadi sesuatu yang berbeda dengan
rencana semula.
Ø
Menggunakan
kemampuan yang dimilikinya untuk memecahkan
b.
Membuat
TNA (Training Need Analysis)
Training
Need Analysis (TNA) merupakan suatu proses identifiasi dan analisis tentang
kebutuhan pelatihan atau program pengembangan potensi Sumber Daya Manusia (SDM)
di dalam sebuah organisasi atau perusahaan dengan tujuan akhir adalah
peningkatan performa SDM.
1)
Menentukan
Hasil yang Diharapkan
2)
Melibatkan
Karyawan yaitu, perusahaan harus terbuka pada karyawannya untuk menyampaikan
tujuan apa yang diharapkan dari pelatihan yang akan dilakukan.
3)
Mengidentifikasi
Kompetensi yang Dibutuhkan
4)
Menentukan
Metode Pelatihan Terbaik
5)
Memperhatikan
Biaya, Waktu, dan Tenaga yang Dibutuhkan
c.
Menyusun
RPP (Rencana Program Pelatihan)
Ø
mengidentifikasikan
kebutuhan-kebutuhan pelatihan. Penilaian kebutuhan mendiagnosa masalah-masalah
dan tantangan lingkungan yang dihadapi organisasi sekarang.
Ø
Sasaran-sasaran
Pelatihan dan Pengembangan, Setelah evaluasi kebutuhan-kebutuhan pelatihan
dilakukan, maka sasaran dinyatakan dan ditetapkan. Sasaran ini mencerminkan
perilaku dan kondisi yang diinginkan dan berfungsi sebagai standar-standar
dimana prestasi kerja individual dan efektivitas program pelatihan dapat
diukur.
Ø
menyusun
Program Content (Isi Program). Isi program ditentukan oleh identifikasi
kebutuhan-kebutuhan dan sasaran-sasaran pelatihan. Apapun isinya, program
pelatihan hendaknya memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi dan peserta.
Ø
mendesain
Learning Principle (Prinsip-prinsip Belajar). Ada beberapa prinsip belajar yang
bisa digunakan sebagai pedoman tentang cara-cara belajar yang paling efektif
bagi karyawan. Prinsip-prinsip ini adalah bahwa program pelatihan bersifat
partisipatif, relevan, pengulangan dan pemindahan serta memberikan umpan balik
mengenai kemajuan para peserta pelatihan. Semakin terpenuhinya prinsip-prinsip
tersebut, pelatihan akan semakin efektif.
d.
Langkah-langkah
penyusun kurikulum
Ø
Merumuskan
kompetensi yang harus dicapai melalui Training Need Assessment (TNA) atau
mempelajari job requirement/tupoksi).
Ø
Merumuskan
tujuan pelatihan.
Ø
Rujuk
buku akreditasi pelatihan di bidang yang sesuai dengan pelatihan.
Ø
Membuat
kerangka (format) kurikulum
e.
Menyusun
silabus
Ø
Identitas
pelatihan (nama pelatihan, kode mata pelatihan, bobot sks, peserta pelatihan,
deskripsi singkat mata pelatihan)
Ø
Menentukan
tujuan pelatihan (standar kompetensi)
Ø
Membuak
kompetensi dasar
Ø
Membuat
materi pelatihan
Ø
Proporsi
teori-praktik dan alokasi waktu yang dibutuhkan.
Ø
Menentukan
alat dan media yang dibutuhkan
Ø
Menentukan
jenis evaluasi yang digunakan
Ø
Mencantumkan
referensi yang digunakan
f.
Menyusun
lession plan
Lesson Plan adalah
suatu struktur atau program perencanaan yang dibuat oleh pengajar.
Element-element yang
digunakan dalam sebuah Lesson Plan adalah:
1. Topik yang akan
dibahas
2. Tarikh pengajaran
(Date)
3. Tingkatan pengajaran
(Grade)
4. Tempoh pelajaran
(Duration)
5. Tujuan yang akan
dicapai setelah topik (Goals)
6. Objectives:
7. Alat- alat/ bahan
(Materials)
8. Proses (Procedures)
9. Evaluasi
(Assesement)
g.
Menyusun
session plan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar